بسم الله الرحمن الرحيم

 

Bahasa Arab adalah bahasa yang telah Allah pilih untuk agama ini, dimana Allah menjadikannya sebagai bahasa Al-qur’an dan As-sunnah yang keduanya merupakan sumber hukum Islam. Allah berfirman :

( إِنَّا أَنزَلنَاهُ قُرآناً عَرَبِيًّا لَعَلَّكُم تَعقِلُونَ )  يوسف : ٢

“Kami telah menurunkan Al-Qur’an dengan Bahasa Arab agar kalian dapat mengambil pelajaran darinya” Q.S. Yusuf : 2

Agar seorang muslim mampu memahami agama ini dengan pemahaman yang benar, ia harus memahami Bahasa Arab, dan untuk memahami bahasa Arab, ia wajib mengetahui kaidah-kaidah berbahasa secara baik dan benar.

Kaidah-kaidah Bahasa Arab terkumpul dalam satu bidang ilmu yang disebut dengan ilmu nahwu.

Definisi Ilmu Nahwu

  • Secara bahasa

Secara bahasa, kata “nahwu” memiliki beberapa makna, antara lain :

  • Condong terhadap sesuatu
  • Mengikuti jejak
  • Memalingkan
  • Serupa atau semisal
  • Secara istilah

Ilmu nahwu adalah ilmu yang membahas tentang susunan suatu kalimat dan kaidah-kaidah i’rab.

Keutamaan Ilmu Nahwu

Ibnu Khaldun berkata dalam muqaddimahnya (pasal ke-45 tentang empat rukun dalam  cabang-cabang ilmu Bahasa Arab), antara lain : “Bahasa/kosa kata, nahwu, albayan, dan adab/sastra. Mengetahui ke empat rukun tersebut adalah sebuah keharusan bagi umat Islam karena sumber hukum dan syari’at Islam berasal dari kitab dan sunnah yang keduanya menggunakan Bahasa Arab, selain itu para sahabat dan tabi’in sebagai penerus Rasul dalam menyampaikan syari’at berasal dari Arab, maka sudah seharusnya umat Islam mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Bahasa Arab”.

 

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata : “Hukum mempelajari dan mengajarkan Bahasa Arab adalah fardhu kifayah, dan generasi umat yang terdahulu mengajarkan anak-anak mereka Bahasa Arab yang baik dan benar agar tidak terjerumus pada kesalahan”

Faidah Mempelajari Ilmu Nahwu

Syaikh Shalih bin Al-‘Utsaimin menyebutkan dalam muqoddimah Syarh Al-Ajurrumiyyahnya1 bahwa ilmu nahwu adalah ilmu agung yang digunakan sebagai perantara untuk mencapai dua hal, yaitu :

  • Memahami Al-Qur’an dan hadist-hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam , dimana pemahaman terhadap keduanya bergantung pada seberapa besar pemahaman seseorang terhadap ilmu nahwu.
  • Memperbaiki lisan dengan Bahasa Arab sebagaimana firman Allah turun dengannya, oleh karena itu memahami ilmu nahwu adalah perkara yang sangat penting.

Dari penjelasan di atas, maka sudah selayaknya bagi kita sebagai seorang muslim (terlebih thalibul ilmi) untuk mempelajari ilmu nahwu serta ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan Bahasa Arab.

Wallahu ta’ala a’lam bisshawaab

 

Oleh: Ainun Nur Hasanah

Maraji’ :

  1. Al-Lughah Al-Arabiyyah (Al-Fashlu Ad-Diraasy Al-Awwal), karya Qism Ta’limi Zaad Al-Ilmiyyah
  2. Syarh Al-Ajrumiyyah, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

 

 

 

 

                                               

1 Muqaddimah Syarh Al-Ajrumiyyah : 9

Kategori: Nahwu

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *