بسم الله

و الحمد لله و الصلاة و السالم على رسول الله، أما بعد

Sebelum memulai pembahasan terperinci mengenai berbagai hal dalam disiplin ilmu tauhid, maka pada artikel kali ini akan dibahas mengenai metode pembelajaran tauhid. Pembahasan ini akan memudahkan pembaca sekalian untuk memahami kerangka ilmu tauhid, alasan pemilihan kitab, serta macam-macam ilmu aqidah dan sejarah pengajaran Ilmu Aqidah secara ringkas.

Pada dasarnya, tauhid adalah hal yang amat mudah dipahami. Yang menjadikannya sulit adalah kemunculan kelompok-kelompok yang melakukan penyimpangan dalam hal aqidah, baik dalam permasalahan uluhiyah-Nya, nama-nama dan sifat-Nya, dan berbagai permasalahan iman yang amat luas cangkupannya.

Dahulu ketika para sahabat –radhiyallah ‘anhum- menerima pelajaran yang Rasulullah ﷺ  ajarkan mengenai aqidah yang lurus, maka mereka menerimanya dengan hati yang suci dan pikiran yang jernih. Mereka tidak pernah mempertanyakan bagaimana tingginya Allah, bagaimana cara-Nya turun ke langit dunia, apakah amal seseorang itu termasuk bagian dari iman atau tidak, dan lain sebagainya.

Sebagaimana yang telah diketahui, semakin jauh masyarakat dari masa nubuwah, dan semakin jauh daerah suatu komunitas dari tempat turunnya wahyu, maka semakin mudah pula penyimpangan itu terjadi. Minimnya sarana yang menghubungkan antara masyarakat luar dengan para sahabat, tabi’in, dan tabi` at tabi`in yang berada di area Hijaz (Makkah-Madinah dan sekitarnya) di masa lampau, ditambah dengan banyaknya negeri yang ditaklukan oleh kaum Muslim, dimana biasanya terjadi percampuran antara keyakinan lama -yang tidak sepenuhnya ditinggalkan- dengan keyakinan yang baru mereka pahami yaitu tauhid, memunculkan berbagai penyimpangan keyakinan.

Pertanyaan-pertanyaan seputar aqidah secara mendetail baru muncul ketika kaum muslim bersentuhan dengan ilmu kalam, atau filsafat Yunani, dan semakin parah keadaannya di masa kekhalifahan Al-Makmun dimana beliau memerintahkan agar buku-buku filsafat asing diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab. Mulai dari saat itu, semakin banyak syubhat dan kebingungan yang menyebar di tengah-tengah kaum muslim hingga pada akhirnya Allah membimbing para ulama ahlussunnah untuk menuliskan kitab-kitab khusus yang membahas berbagai permasalahan akidah secara terperinci. Tidak cukup dengan kitab-kitab yang isinya pembahasan materi, sebagian ulama juga menulis kitab-kitab bantahan terhadap kelompok-kelompok yang menyimpang dalam memahami aqidah. Diantara ulama yang menuliskan hal tersebut adalah Syaikhul Islam Muhammad At Tamimi dengan kitabnya Kasyfu Asy Syubhat.

Dengan maraknya ulama yang membukukan permasalahan aqidah dan mengklasifikasikannya menjadi beberapa bagian, maka mulailah ilmu aqidah diajarkan sesuai cabangnya masing-masing seperti Ilmu Tauhid, Ushul Iman, Aqidah Ahlussunnah wal jama’ah, sementara itu, pembelajaran Ilmu Tauhid sendiri biasanya dibagi menjadi Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Asma wa Shifat dikarenakan kedua bagian ilmu ini memiliki pembahasan masing-masing yang berbeda.

Maka untuk memudahkan para pembaca dalam memahami ilmu tauhid, maka penulis akan membagi pembahasan ilmu tauhid di artikel ini menjadi beberapa bagian;

  1. Pembahasan Berbagai Hal dalam Ilmu Aqidah yang Wajib Diketahui Setiap Muslim
  2. Tauhid Uluhiyah 
  3. Tauhid Asma wa Shifat
  4. Al Iman

Adapun kitab yang akan dibahas adalah sebagai berikut:

1.Al Wajibat Al Mutahattimat Al Ma’rifah ‘ala Kulli Muslim wa Muslimah

Kitab ini ditulis oleh seorang ulama Ahlussunnah, Syaikh Abdullah bin Ibrahim Al Qar’awi. Pembahasan dalam kitab ini telah mencangkup berbagai hal yang wajib kita ketahui dalam ilmu tauhid, meliputi landasan utama aqidah, pilar utama dalam Islam, syarat kalimat La ilaha illallah, Pembatal keislaman, dan lain sebagainya. Kami memulai dari pembahasan kitab ini, karena dinilai paling penting sebagai gerbang memahami ilmu tauhid.

2. Kitab At Tauhid

Kitab karya syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab ini berisi tentang berbagai permasalahan tauhid uluhiyah, dibahas secara singkat namun padat. Kitab ini tampak barokahnya dengan persebarannya yang luas, dipelajari di berbagai negara dan tak lekang oleh zaman.

3. Ushul Tsalatsah

Ini merupakan kutaib, atau buku saku yang ringkas karya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab yang membahas tentang tiga landasan pokok dalam beragama. Pembahasannya cukup ringkas, yaitu tentang mengenal siapa Allah, apa itu Islam, dan siapakah Rasulullah ﷺ.

4. Nawaqidhul Islam

Kitab ini disusun oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Pembahasan kitab ini terkait dengan amalan apa saja yang dapat membatalkan keislaman seseorang. Kitab ini dipilih untuk dijadikan pembahasan tersendiri, karena penting bagi seorang muslim mengetahui apa saja yang dapat membatalkan keislaman, agar dapat terhindar darinya.

5. Qowa’idul Mutsla

Kitab ini berisi penjelasan tentang aqidah salafush shalih dalam memahami nama dan sifat Allah Ta’ala dan juga berisi kaidah dan pembahasan penting lainnya dalam masalah nama dan sifat Allah. Kitab ini juga berisi bantahan terhadap ahli ta’thil, tasybih, tamtsil dan orang-orang yang salah dalam memahami nama dan sifat Allah yang mulia. Karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin ini juga menjadi mata pelajaran di berbagai pondok di Indonesia.

Kitab-kitab yang disebutkan di atas ibarat pintu gerbang menuju pemahaman ilmu tauhid. Adapun kitab-kitab lain, merupakan detail pembahasan dari apa yang juga telah dituliskan dalam kitab-kitab di atas. Pembahasan terakhir mengenai Al Iman, dimana cangkupannya lebih luas, maka akan dibahas secara tersendiri setelah tiga pembahasan utama selesai.

Billahit taufiq wal hidayah.

Penulis: Intan M. Nurwidyani

Pembimbing: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra,M.A.,

Referensi :

  1. Sejarah Islam, Ahmad Al-Usairy, Akbar Media, 2012

Kategori: Tauhid

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *