Secara garis besar, hadits atau khabar dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Hadits ditinjau dari segi kuantitas jalur periwayatannya
  2. Hadits ditinjau dari segi sumbernya
  3. Hadits ditinjau dari segi diterima atau ditolaknya
  1. Hadits ditinjau dari segi kuantitas jalur periwayatannya

Dalam hal ini hadits terbagi menjadi dua, yaitu hadits mutawatir dan hadits ahad. Hadits ahad terbagi lagi menjadi tiga, yaitu masyhur, aziz, dan gharib.

  • Hadits ditinjau dari segi akhir sumbernya

Dalam hal ini hadits terbagi menjadi empat, yaitu hadits qudsi, marfu’, mauquf, dan maqthu’.

  • Hadits ditinjau dari segi diterima atau tidaknya

Terbagi menjadi dua; yang pertama diterima, yakni bisa dijadikan hujjah dan yang kedua ditolak. Hadits yang diterima secara garis besar ada dua yaitu; hadits shahih dan hadits hasan. Adapun hadits yang ditolak dinamakan hadits dhoif, dan macamnya banyak.

Gambaran global ini nantinya akan kita ulas satu persatu biidznillah. Demikian episode kali ini, insya Allah selanjutnya akan dimulai dengan pembahasan hadits ditinjau dari segi kuantitas jalur periwayatannya.

Penulis: Iffa Nadiyatus Silmi Al-Ghoyamy

Pembimbing: Pembimbing : Ustadz Nur Kholis, Lc., M. Th.I


1 Komentar

Ahmad.Humam · 18 Maret 2021 pada 5:46 PM

aku masih gak paham, ama tugas guruku yang mengatakan “Khobar yang ditolak dan sebab-sebabnya” maksudnya gmn? jadi hadist yang di tolak apa ajah? dan yang pasti sebabnya adalah, cacatnya rawi, terputusnya sanad. dan sebagainya mungkin. terus hadist yang di tolak apa aja? ada yang bisa bantu?

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *