رب زدني علما و ارزقني فهما[1]

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ yang Mengetahui baik yang tampak maupun tersembunyi, yang Maha Mengetahui perkataan maupun isi hati, dan yang Maha Mengetahui hal terbaik bagi hamba-Nya di akhirat maupun dunia ini.

Tak henti dan tak bosan untuk terus diulangi bahwa ilmu Fiqih merupakan ilmu yang sangat penting karena ia merupakan ilmu yang dengannya seorang hamba dapat meniti kehidupan di dunia ini dan mempersiapkan bekal guna di akhirat nanti. Oleh karena ilmu Fiqih mengatur seluruh aspek kehidupan, maka ia mencakup ilmu pengetahuan yang sangat luas. Dan tentu, dalam mempelajari ilmu Fiqih membutuhkan waktu yang tak sebentar. Berikut adalah berbagai langkah untuk memudahkan para penuntut ilmu dalam mempelajari ilmu yang sangat penting ini.

Secara umum, dalam menuntut ilmu kita wajib untuk mengikhlaskan niat dalam rangka beribadah kepada Allah ﷻ sebelum memulai kegiatan apapun. Kemudian, setelah memperbaiki niat, penuntut ilmu hendaknya menjauhi perkara-perkara yang dapat mencegah keberkahan ilmu seperti dosa dan maksiat. Terlebih ilmu agama adalah ilmu yang mulia, sedangkan maksiat dan dosa adalah sebuah kekejian. Maka tidaklah mungkin terkumpul sebuah kemuliaan dan kekejian dalam hati manusia.

Secara khusus, berikut langkah-langkah dalam mempelajari ilmu Fiqih:[2]

  1. Mempelajari Fiqih sesuai dengan madzhab tertentu

Untuk para pemula, mempelajari ilmu Fiqih bisa dimulai dari memilih salah satu madzhab tertentu dari empat madzhab masyhur yang ada (Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab Syafi’i, dan  Madzhab Hanbali). Jika telah mutqin[3] dalam suatu madzhab tertentu, dapat dilanjutkan dengan mempelajari madzhab yang lainnya. Seperti yang dikatakan oleh Syaikh ‘Utsaimin[4],”Baiknya untuk memfokuskan diri dalam mempelajari madzhab tertentu, sampai mutqin dalam kitab tersebut, kemudian jika telah meresap keilmuan tersebut maka kajilah kitab-kitab lainnya sampai Allah membukakan bagimu mana yang rajih…”

  • Menggunakan buku ringkasan yang berupa matan agar bisa dihafalkan. Untuk pemula, maka baiknya mencukupkan diri dengan satu buku saja. Karena menggunakan banyak buku dalam waktu yang bersamaan dapat menyebabkan ilmu pengetahuan yang sedang dipelajari tidak paripurna. Selain itu, mempelajari banyak buku dalam waktu yang bersamaan menjadikan pemahaman penuntut ilmu menjadi lemah sehingga tidak mencapai tingkatan mutqin. Seperti bait sya’ir yang masyhur:

و في ترادف الفنون المنع جا # إذ توأمان اجتمعا لن يخرجا

Dan dalam cabang ilmu yang bersamaan terdapat penghalang #

Sebab jika saling bertabrakan tidak akan menghasilkan apapun

  • Bertahap dalam mempelajari matan yang ada. Maka mulailah dari matan Fiqih yang kecil, kemudian yang sedang, dan selanjutnya yang besar.
  • Mempelajari Fiqih di bawah bimbingan seorang guru yang memang menguasai ilmu Fiqih. Karena mempelajari ilmu agama tak dapat dilakukan sendiri melainkan harus didampingi atau belajar dari seorang guru tertentu. Karena selain membantu penuntut ilmu dalam memahami ilmu fiqih, juga menjawab keraguan dan syubhat yang terlintas. Sehingga penuntut ilmu tetap mempelajari ilmu Fiqih dalam koridor yang benar.
  • Memadukan hafalan dan pemahaman. Maka dalam mempelajari ilmu, tidak cukup dipahami saja atau mencukupkan diri dengan menghafal saja, akan tetapi dibutuhkan keduanya agar ilmu yang dipelajari dapat berbuah dengan sempurna.
  • Mengulangi apa yang dipelajari atau dikenal dengan istilah muraaja’ah. Hal ini dapat memperkuat keilmuan hingga tertanam di sanubari kita dan meminimalisir kemungkinan akan lupa terhadap ilmu yang dipelajari.

Ini adalah beberapa langkah dalam mempelajari ilmu Fiqih. Perlu diingat bahwa ini adalah metodologi bagi para penuntut ilmu yang ingin melakukan pembelajaran secara bertahap dengan menggunakan metode yang ditempuh oleh para ulama terdahulu. Hal ini bukan berarti mencukupkan diri dalam satu kitab tertentu atau madzhab tertentu. Akan tetapi menuntaskan apa yang telah dimulai sebelum melanjutkan ke kitab ataupun madzhab selanjutnya, dan ini terus berlanjut sampai ke tahapan-tahapan selanjutnya.

Salah satu kitab bagi para pemula dalam mempelajari ilmu Fiqih ialah kitab Al-Fiqh Al-Muyassar. Ini direkomendasikan oleh para ulama untuk dipelajari. Dan lebih baik lagi jika ditambah dengan syarh (penjelasan) dari Syaikh ‘Utsaimin.

Kemudian jika telah selesai mempelajari kitab tersebut, dapat dilanjutkan mempelajari kitab Al-Mulakhash Al-Fiqhiy karangan Syaikh Al-Fauzaan. Terlebih jika ditambah dengan penjelasan di kitab Asy-Syarh Al-Mumti’ karangan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin.[5]

Demikian beberapa langkah dalam mempelajari ilmu Fiqih. Semoga dapat mempermudah pembaca dalam mempelajari ilmu ini serta menambah semangat untuk terus belajar dan mengkaji lebih dalam lagi.

Ya Allah, berikanlah kami ilmu pengetahuan yang tak terhingga dan berikanlah kami kesabaran yang tak ada habisnya dalam menuntut ilmu.

Penulis : Millati Aulia Hasanah

Pembimbing : Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, Lc., MA.

Referensi:

Al-Aluukah Al-Ijtimaa’iyyah (www.alukah.net)

Al-Islam Suaal wa Jawaab (www.islamqa.com)

Al-Multaqaa` Al-Fiqhiy (www.feqhweb.com)

Al-Muslim (www.almoslim.net)

Islaam Wayb (www.fatwa.islamweb.net)

Thaariqu Al-Islaam (www.ar.islamway.net)


[1] Thaahaa: 114

[2] www.fatwa.islamweb.net (fatwa nomor 259720)

[3] Kuat. Yang dimaksud di sini ialah menguasai dasar-dasar ilmu Fiqih berdasarkan madzhab tersebut.

[4] Duruus li Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin

[5] Ini adalah seperti yang disampaikan dalam Al-Islam Suaal wa Jawaab dalam menjawab soal nomor 229254

Kategori: Fiqih

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *