بسم الله الرحمن الرحيم

Mengenal Para Ulama Lebih Dekat

Segala puji bagi Allah, Dzat yang Maha mengetahui dan Maha luas ilmu-Nya. Dzat yang dengan keagungan-Nya mengutus para nabi dan rasul sebagai pembawa risalah-Nya. Dia lah Rabb yang senantiasa menciptakan sesuatu bukan tanpa alasan dan menghiasi setiap kejadian dengan berbagai hikmah.

Sungguh setiap manusia terlahir dalam keadaan bodoh tak berilmu, oleh karenanya Allah mengutus para nabi dan rasul ke muka bumi ini salah satunya adalah sebagai sumber keilmuan. Berabad-abad tahun yang lalu, melalui lisannya, Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah mengemban tugasnya dalam menyampaikan risalah kebenaran  dan meyebarkannya. Seperti yang telah dilakukan oleh rasul-rasul sebelumnya.

Sebagaimana manusia pada umumnya, Rasulullah  صلى الله عليه وسلمjuga dihadapkan dengan kematian. Lantas, apakah dengan wafatnya beliau dan hilangnya beliau dari muka bumi serta merta menjadikan ilmu yang telah disebarkan ikut terkubur? tentu tidak. Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah bersabda :

إِنَّ العُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنبِيَاء، إِنَّ الأَنبِيَاءَ لَم يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَ لَا دِرهَمًا إِنَّمَا وَرَثُوا العِلمَ فَمَن أَخَذَهُ اَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ [1]

Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.”

Para ulama adalah pewaris ilmu dan penerus estafet dakwah nabi صلى الله عليه وسلم. Dengan demikian, merekalah yang bertugas membimbing dan membina umat menuju kehidupan yang telah dicontohkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Dan juga menyelamatkan umat dari kegelapan, kehancuran dan kebodohan.

Ringkasnya, jika kebahagiaan hidup manusia, baik dunia maupun akhirat tergantung pada petunjuk nabi صلى الله عليه وسلم, maka sepeninggalnya pun kebahagiaan umat manusia juga tergantung pada petunjuk ulama yang menapaktilasi tuntunan nabi صلى الله عليه وسلم.

Allah berfirman :

{ وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ }

(سورة السجدة : ۲٤)

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.”

Sungguh jasa mereka dalam perkara agama ini sangatlah besar. Serta perjuangan mereka dalam mendakwahkan ajaran islam juga tidak dapat diragukan, baik secara lisan maupun tulisan. Namun banyak dari kita generasi abad ini yang melupakan hal tersebut. Terlebih para penuntut ilmu syar’i yang mana kerap kali nama-nama mereka kita dapati dalam kitab-kitab yang sedang dikaji. Namun, sudahkah kita mengenal kepribadian mereka secara lebih mendetail?

Oleh karena itu, pada kolom ini kita akan mengupas dan mempelajari  perjalanan hidup atau biografi mereka, baik perjalanan mereka  dalam menuntut ilmu, kepada siapa mereka mengambil ilmu, kemudian pengorbanan mereka dalam menyebarkan ilmu tersebut dan mendakwahkannya, karya-karya mereka dalam keilmuan atau bahkan sepenggal dari kisah mereka yang dapat kita ambil pelajaran. Baik ulama terdahulu atau masa kini.

Semoga dengan pengantar yang singkat ini dapat mengobarkan semangat kita untuk mengenal mereka lebih dalam lagi dan menumbuhkan kecintaan kita terhadap mereka, sebagaimana pepatah mengatakan “Tak kenal maka tak sayang”, dan juga dapat menambah semangat kita dalam menuntut ilmu serta melanjutkan estafet dakwah mereka.

Wallahu A’lam.

Penulis: Nurul Maftuhah

Pembimbing: Ustadz Hendry Waluyo Lensa, Lc., M.Hum.

Referensi :

  1. Sunan Abu Daud. Abu Daud Sulaiman bin Al-Asy’ats As-Sijistani. Daarussalam : Riyadh. 1430 H / 2009 M
  2. Jami’ At-Tirmidzi. Abu Isa Muhammad bin Isa At-Tirmidzi. Daarussalam : Riyadh. 1430 H / 2009 M

[1] HR. Tirmidzi (2682), Abu Daud (3641), Ibnu Majah(223)

Kategori: Biografi

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *