Segala puji syukur bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya.

Artikel ini adalah sambungan dari yang sebelumnya, jika belum membacanya, silakan dibaca terlebih dahulu!

Kisah ini adalah kisah yang nyata adanya, bukan sebagaimana yang diklaim oleh orang-orang Nashara yang berusaha mengingkarinya. Buktinya, Allah ﷻ mengabadikannya langsung di dalam Al-Quran. Bukankah, Al-Quran adalah kebenaran yang paling benar? Tidak mungkin pula ada kebohongan di dalamnya, baik menyangkut masalah yang telah lalu maupun yang akan datang.

Kita pun mendapati sebagian penulis dari orientalis mengatakan bahwa ini hanyalah kisah dongeng. Logika mereka tidak sampai untuk membayangkan bagaimana bisa burung-burung itu menghancurkan pasukan Abrahah hanya dengan melempari mereka dengan batu?

Klaim ini pun dibantah oleh para ulama. Bahwa jelas sekali, kisah ini bukanlah kisah dongeng semata. Selain jelas-jelas dikisahkan di dalam Al-Quran, ada beberapa bukti peninggalan lainnya. Seperti syair-syair jahiliyah yang banyak menyebutkan tentang kisah ini. Syair-syair itu masih ada sampai sekarang. Dan di antara bukti lainnya adalah buku-buku sejarah yang menyebutkan bahwa si fulan lahir pada tahun sekian, beberapa tahun sebelum atau beberapa tahun setelah Tahun Gajah. Sehingga Tahun Gajah ini sering menjadi patokan dalam sejarah, begitu pula dengan kelahiran Nabi ﷺ yang disebutkan bertepatan dengan Tahun Gajah. Seandainya ini hanyalah dongeng belaka, tidak mungkin mereka menjadikannya patokan padahal Al-Quran baru pertama kali diturunkan 40 tahun kemudian.

Mereka juga mengatakan bahwa Abrahah tidak berniat untuk menghancurkan Ka’bah. Disebutkan bahwa ia hendak berangkat ke Yaman dalam rangka berperang dengan bangsa Persia dan Romawi. Dalam perjalanannya, ia memutuskan untuk mengambil jalan yang melewati Mekah. Klaim ini juga tidak benar. Selain didasari dengan hadits-hadits yang shahih yang merujuk bahwa mereka memang ingin menghancurkan Ka’bah, juga kalaupun mereka benar-benar ingin menyerang persia, tentu mereka akan mengambil jalan laut yang lebih mudah.

Disebutkan dari Ibnu Hisyam dengan sanad yang hasan, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa dia melihat pemimpin tantara bergajah dan pawangnya yang masih hidup dalam kondisi buta meminta-minta makanan di Mekah.[1]

Pasukan Abrahah tidak semuanya mati, ada beberapa yang masih hidup dengan keadaan buta dan memprihatinkan. Dan hal ini adalah bukti otentik sejarah pasukan bergajah yang pernah datang ke Mekah. Berniat menghancurkan Ka’bah, namun justru dihancurkan oleh Pemilik Ka’bah; Allah ﷻ.

Beberapa faidah yang bisa dipetik dari kisah ini adalah:

1. Menunjukkan keagungan  dan mulianya Ka’bah. Bahwa dengan kejadian ini tampak nyata bentuk perlindungan Allah terhadap Ka’bah.

2. Kekuatan manusia bukanlah satu-satunya dan segalanya. Di atas kekuatan kita, masih ada izin Allah. Sematang apapun persiapan, sehebat apapun pasukan, tetap saja semuanya hanya bisa terjadi dengan izin dari Allah. Artinya, tidak akan pernah manusia menjadi lebih hebat dari sang Penciptanya.

3. Sebelumnya, orang Arab berupa kabilah-kabilah (suku-suku) yang terpecah belah. Sebagaimana yang juga sudah disebutkan pada bahasan Mengapa Harus Arab yang Menjadi Tempat Turunnya Risalah?

4. Ulama menyebutkan bahwa peristiwa ini merupakan pendahuluan akan mukjizat yang besar, yaitu kelahiran Nabi Muhammad ﷺ. Hancurnya tentara bergajah ini menjadikan bangsa Quraisy semakin mulia. Di mana bisa kita lihat, mereka tidak menghadang dengan hunusan pedang, justru pertolongan itu datang langsung dari Allah ﷻ.

5. Pengorbanan dari beberapa kabilah dalam membela Mekah dan Ka’bah. Meski pada akhirnya berbuah kekalahan dan ada di antara mereka yang berkhian

Penulis: Cut Hudzaifah Najwa Azalea

Pembimbing: Ustadz Sanusin Muhammad Yusuf, Lc., M.A

Rujukan:

Al-Quran Al-Karim

Tafsir Al-Quran Al-Azhim, Ibnu Katsir. Dar Ibul Jauzi

Tafsir Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Iyad bin Abdul Latif bin Ibrahim Al-Qomisi. Dar Ibnul Jauzi.

As-Silsilah Ash-Shahihah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Maktabah Al-Ma’rifah

As-Sirah An-Nabawiyah Ash-Shahihah. Madinah: Maktabah Al-Ulumi wa Al-Hikam

Ar-Raudh Al-Unuf Syarhu Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Imam As-Suhaili. Asy-Syamilah

Mukhtashar Siratir-Rasul wa Sirati Ashabi Al-Asyrah, Abu Muhammad Abdul Ghaniy Abdul Wahid Al-Muqaddisiy, Riyadh.

Syaikh Nabil Al-Awadi dalam salah satu videonya yang berjudul Qishatu Ashabul Fil dipublikasikan pada tanggal 30 Oktober 2011.

Ustadz Firanda Andirja dalam salah satu videonya yang berjudul Kisah Tentara Gajah yang Hendak Menghancurkan Ka’bah dipublikasikan pada tanggal 24 Feb 2016.

Ustadz Khalid Basalamah dalam salah satu videonya yang berjudul Kisah Penyerangan Pasukan Gajah Abrahah ke Mekah dipublikasikan pada tanggal 8 Feb 2018 (Wadah Muslimah)


[1] Sirah Ibnu Hasyim, 1/75 dan khalifah : At-Tarikh 35 (sanad: hasan)

Kategori: Siroh

1 Komentar

Irdi · 5 Juli 2021 pada 4:48 PM

Ok lh misalkan burung2 ababil itu bisa melempari pasukan2 gajah itu dgn batu,yg tidak masuk logika saya dan jadi pertanyaan,bagaimana mungkin pasukan gajah itu bisa sampai ke Mekkah melintasi padang pasir yg ganas dan gersang,sedang jarak Yaman ke Ka’abah 1.124 km.

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *