(Ditinjau dari Segi Keabsahan)

بسم الله الرحمن الرحيم

…الحمد لله رب العالمين، الصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Artikel kali ini akan membahas seputar Kitab Shahihain (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim).

Serba-Serbi Kitab Shahihain

  1. Di antara Shahih Bukhari dan Muslim, kitab manakah yang lebih shahih?

Shahih Bukhari lebih utama dari Shahih Muslim. Hal tersebut dikarenakan hadis-hadis dalam Shahih Bukhari lebih kuat dari segi sanad dan perawi-perawi dalam kitabnya lebih tsiqah. Selain itu, dalam Shahih Bukhari banyak didapati istinbath fiqhiyyah serta fawaid hukmiyyah dimana kedua hal tersebut tidak terdapat di Shahih Muslim.

  • Apakah seluruh hadis shahih tercantum dalam kedua kitab ini?

Tidak semua hadis shahih terdapat dalam Shahih Bukhari dan Muslim.

Imam Bukhari mengatakan, “aku tidak memasukkan ke dalam kitabku (al Jami’) kecuali hadis-hadis shahih saja. Akupun banyak meninggalkan (tidak memasukkan) hadis shahih lainnya karena khawatir pembahasannya menjadi terlalu panjang.”

Imam Muslim juga mengatakan, “tidak semua hadis shahih yang aku hafal tercantum di dalamnya (Shahih Muslim). Aku hanya mencantumkan hadis-hadis yang sudah disepakati kesahihannya.”

  • Frekuensi hadis shahih yang tidak tercantum dalam Shahihain
  • Al Hafiz Ibnu al Ahram berkata : “Hanya sedikit hadis shahih yang tidak dicantumkan oleh keduanya (Bukhari dan Muslim).”

Namun para ulama tidak menyetujui pendapat Ibnu al Ahram tersebut.

  • Pendapat yang lebih kuat mengatakan bahwa terdapat banyak hadis shahih yang tidak tercantum dalam Shahihain. Sebagaimana sebuah nukilan dari Imam Bukhari, beliau mengatakan : “Dan hadis-hadis shahih yang tidak kucantumkan (dalam kitab Shahihnya) lebih banyak.”

Beliau juga berkata : “Aku hafal seratus ribu hadis shahih dan duaratus ribu hadis yang tidak shahih.”

  • Jumlah hadis dalam Shahihain
  • Shahih Bukhari : 7.275 hadis (beserta hadis yang diulang)

  4.000 hadis (tanpa pengulangan)

  • Shahih Muslim : 12.000 hadis (beserta hadis yang diulang)

Sekitar 4.000 hadis (tanpa pengulangan)

  • Kriteria/Syarat Shahih Menurut Bukhari dan Muslim

Pada hakikatnya, Imam Bukhari maupun Muslim tidak pernah menjelaskan kriteria dan syarat tertentu dalam mentashih sebuah hadis. Namun para ulama lah yang menyimpulkan hal tersebut melalui penelitian yang mereka lakukan.

Pendapat yang paling kuat  menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan hadis yang memenuhi kriteria Imam Bukhari dan Muslim adalah jika suatu hadis memiliki jalur periwayatan yang sama dengan kedua Imam tersebut atau salah satu dari keduanya, dengan memperhatikan metode-metode yang diterapkan Syaikhan dalam periwayatan mereka.

  • Hadis-Hadis yang Dihukumi Shahih dalam Shahihain

Pada pembahasan sebelumnya disebutkan bahwa Imam Bukhari dan Muslim hanya mencantumkan hadis-hadis shahih dalam kitab mereka, sehingga seluruh kaum muslimin sepakat untuk menerima kitab tersebut. Lalu hadis seperti apa yang disebut sebagai hadis shahih sehingga membuat kitab tersebut mendapatkan pengakuan?

Dalam Shahihahin terdapat dua jenis riwayat; riwayat yang sanadnya bersambung dan disebutkan dari awal hingga akhir serta riwayat yang sanadnya tidak disebutkan atau disebut dengan hadis mu’allaq.[1] Riwayat pertama inilah yang dihukumi sebagai hadis shahih, sedangkan riwayat kedua memiliki dua hukum :

  1. Riwayat dengan sighah jazm (kata kerja yang bersifat langsung/aktif), seperti: (قال، أّمَرَ، ذَكَرَ، رَوَى)

Maka penisbatan riwayat  tersebut kepada orang yang mengucapkannya dianggap benar.

  • Riwayat dengan sighah tamridh (kata kerja yang bersifat tidak langsung/pasif), seperti: (قيل، أُمِرَ، ذُكِرَ، رُوِيَ)

Maka penisbatan riwayat  tersebut kepada orang yang mengucapkannya dianggap tidak benar. Meskipun demikian, dalam shahihain tidak terdapat riwayat yang wahin (lemah), dan eksistensi riwayat tersebut dalam shahihain dianggap sebagai tashih untuknya.

  • Maksud dari1

Jika ulama mengatakan (متفق عليه) berarti hadis tersebut telah disepakati keshahihannya oleh Imam Bukhari dan Muslim. Ibnu Shalah berkata : “(kesepakatan Imam Bukhari dan Muslim atas keabsahan suatu hadis) dianggap sebagai ksepakatan umat karena mereka telah menerima periwayatan Syaikhan.”

  • Eksistensi hadis-hadis yang tidak tercantum dalam Shahihain

Telah disebutkan sebelumnya bahwasannya tidak semua hadis shahih tercantum dalam kitab Shahihain. Lalu dimana kita bisa menemukan hadis-hadis tersebut?

Hadis-hadis tersebut dapat ditemukan dalam kitab-kitab populer yang terpercaya, seperti; Shahih Ibnu Khuzaimah, Shahih Ibnu Hibban, Mustadrak al Hakim, empat Kitab Sunan (Sunan Abi Dawud, Tirmidzi, Nasa`i, dan Ibnu Majah), Sunan Daraquthni, Sunan al Baihaqi, dan kitab-kitab lainnya.

Namun hadis-hadis yang terdapat dalam kitab- kitab tersebut tidak serta-merta bisa dihukumi sebagai hadis shahih sebelum benar-benar diteliti dan dipastikan kasahihannya.

Maraji’:

  1. Taisir Musthalah Hadis, Dr. Mahmud Thohhan, Maktabah Al Ma’arif: Riyadh, Cet. 10, th 2004 M.
  2. Mudzakirah penulis.

[1] Dalam Shahih Bukhari terdapat banyak hadis mu’allaq yang terletak di tarjamah bab (judul bab) maupun muqaddimahnya sedangkan dalam isinya tidak ada satupun hadis mu’allaq. Adapun Shahih Muslim, maka hanya terdapat satu hadis mu’allaq di dalamnya, yaitu pada bab ‘tayammum’.

Penulis : Ainun Nur Hasanah

Pembimbing : Ustadz Nur Kholis, Lc., M. Th.I

  1. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ []

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *