الحمدا لله صلاة وسلاما لرسول الله و على آله و أصحابه ومن والاه, ولا حول ولا قوة إلا بالله, أما بعد

Para ulama sepakat bahwa membasuh wajah saat berwudhu hukumnya wajib. Namun para ulama berbeda pendapat dalam masalah cakupan wajah yang wajib dibasuh saat berwudhu. Apakah dagu, jenggot dan bayadh (yang terletak antara ‘idzar dan telinga) termasuk dalam bagian wajah yang wajib dibasuh?

Yang dimaksud wajah adalah sesuatu yang digunakan untuk berhadapan, yaitu mulai dari tempat tumbuh rambut kepala yang normal memanjang ke bawah hingga dagu, dan melebar dari batas telinga ke telinga. Dagu adalah tempat tumbuhnya jenggot yang berada di bawah wajah.

Para fuqaha mengatakan bahwa batasan wajah yaitu memanjang dari batasan tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu atau akhir dari jenggot. Berarti dagu masih termasuk wajah.

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُخَلِّلُ لِحْيَتَهُ

Dari ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyela-nyela air ke jenggotnya ketika berwudhu. (HR. Tirmidzi, disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah) [HR. Tirmidzi, no. 31; Ibnu Khuzaimah, 151, 152. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih. Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan mengatakan bahwa pernyataan sahih karena memandang syawahid, penguat dari hadits lainnya. Lihat Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram, 1:182]

Jadi, jenggot dan dagu itu bagian dari wajah yang ikut dibasuh saat wudhu.

Para ulama juga berbeda pendapat tentang menyela jenggot yang panjang, pendapat yang mendekati dengan kebenaran adalah wajib dibasuh saat berwudhu, karena masih termasuk bagian wajah, dan digunakan untuk berhadapan.

Adapun menyela-nyela jenggot, jika jenggot tipis maka wajib membasuh bagian dalam dan luar, dan jika jenggot tebal wajib membasuh bagian luarnya dan tidak wajib membasuh bagian dalamnya. Berdasarkan dalil ayat:

…فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُم

“Maka basuhlah mukamu…”

Wajah adalah yang digunakan untuk berhadapan, dan apa yang tertutup dari jenggot yang tebal itu tidak digunakan untuk berhadapan, maka tidak wajib membasuhnya.

Dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah (21: 215) disebutkan bahwa jika jenggotnya tipis, dagu dan kulitnya ikut kebasuh saat berwudhu.

Sedangkan jenggot yang tebal wajib dicuci karena jenggot tersebut tumbuh di bagian yang wajib dibasuh. Adapun di dalam jenggot tebal yaitu dagu dan kulit yang ada di dalamnya tidak wajib dibasuh ketika berwudhu karena sulitnya air masuk di dalamnya.

Adapun dalam masalah membasuh bayadh (yang terletak antara ‘idzar dan telinga) termasuk dalam bagian wajah yang wajib dibasuh atau tidak?

‘Idzar adalah rambut yang tumbuh di depan telinga.

Pendapat yang rajih (mendekati kepada kebenaran) dalam masalah ini adalah wajibnya membasuh bayadh, karena masih termasuk dalam bagian wajah, dan wajah wajib dibasuh. Wallahu a’lam.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah. Penerbit Kementerian Agama Kuwait.

Bidaayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Rusd Hafidi

Jadawil Fiqhiyyah , Syaikh Dzahir bin Fakhri Adz-Dzahir

Mudzakkiroh Masalah Fiqih Wudhu, Ustadz Anas Burhanuddin

Membasuh Wajah dan Tangan Hingga Siku, Muhammad Abduh Tuasikal, 2014, https://rumaysho.com/16659-manhajus-salikin-membasuh-wajah-dan-tangan-hingga-siku.html

Penulis: Najla Aliyah Athifah

Pembimbing: Ustadz Yogi Galih Permana, B.A., M.H.

Kategori: Fiqih

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *