Pengertian Maqashid Syari’ah

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد صلى الله عليه وسلم ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين: أما بعد

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala nikmat dan karuniaNya, serta rahmatNya yang begitu luas untuk semua makhlukNya. Allah menciptakan manusia dengan tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk beribadah hanya kepadaNya saja, memberi balasan berupa surga bagi mereka yang mentaatinya dan balasan berupa neraka bagi mereka yang membangkangNya.

Allah menurunkan syariat Islam sebagai panduan meraih Jannah-Nya,yang diturunkan melalui Nabi-Nya yang mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syariat agama Islam adalah syariat yang begitu sempurna mengatur semua sisi kehidupan manusia tanpa melewatkan apapun. Dalam kurun waktu 23 tahun Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan syariat Allah kepada manusia,menebarkan cahaya kebenaran, memerangi kegelapan dan kedhaliman, menggantinya dengan kebahgiaan dan kedamaian

Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak hanya mensyariatkan suatu syariat tanpa ada tujuan dan hikmah di dalamnya. Tentu saja Allah tidak hanya mewajibkan sesuatu dan melarang sesuatu, melainkan dengan tujuan dan hikmah, yang para ulama menyebutnya dengan istilah “Maqhasid As- Syari’ah.”

Pengertian Maqashid Syari’ah

Secara bahasa, kata maqashid sendiri berasal dari kata maqshad yang berarti tujuan atau target. Berangkat dari arti tersebut, beberapa ulama memiliki pengertian atau definisi mengenai maqashid syariah yang berbeda.

1. Al-Fasi: Yang dimaksud dengan, maqashid syariah merupakan tujuan atau rahasia Allah yang ada dalam setiap hukum syariat.

2.  Ar-Raisuni: Beliau berpendapat bahwa maqashid syariah adalah tujuan yang ingin dicapai oleh syariat agar kemaslahatan manusia bisa terwujud.

3. Az- Zuhaili: Beliau mengatakan maqashid syariah adalah tujuan-tujuan yang dipelihara oleh syariat dalam seluruh hukumnya atau sebagian besarnya, atau tujuan-tujuan syariat yang tersembunyi yang Allah tetapkan pada setiap hukum-hukum-Nya.

Dari beberapa pengertian maqashid syariah menurut para ulama tersebut, Al-Yubi menyimpulkan bahwa pengertian dari maqashid syariah adalah: Alasan dan hikmah atau semisalnya yang diperhatikan oleh Allah Ta’ala di dalam setiap syariatnya,baik secara umum atau khusus, dengan tujuan merealisasikan kebaikan dan kemaslahatan bagi hamba-hambaNya.

Secara umum tujuan yang ingin dicapai di balik sebuah syariat adalah dua hal:

جلب المصالح ودفع المفاسد

1. Meraih kebaikan

Sebagaimana kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama yang di dalamnya penuh dengan kebaikan, tidak ada satu syariatpun kecuali di dalamnya terdapat kebaikan, hanya saja kita sebagai umat Islam terkadang tidak menyadari hikmah dan kebaikan yang terkandung di dalamnya.

2. Menolak keburukan

Syariat Islam selain bertujuan mencapai kebaikan, juga menghindari dan menolak keburukan dalam setiap syariatnya. Syariat Islam memiliki tujuan untuk menjauhkan hambaNya dari semua kemudharatan. Sering sekali kita menemui sebuah kondisi seolah terkumpul padanya mudharat dan manfaat, lalu kita melihat bagaimana Islam menimbang di antara keduanya. Jika manfaat yang lebih banyak maka syariat menghalalkannya, jika ternyata lebih banyak mengandung mudharat atau keburukan maka syariat menjauhkannya dari kita.

Sedemikian rupa Allah mengatur, mempelihara dan memperhatikan hambaNya, sehingga syariat Islam ini benar-benar syariat yang paling sempurna, yang benar-benar dimaksudkan untuk mencapai dua tujuan di atas. Begitu sempurnanya cinta Allah kepada para hambaNya. Wallahu a’lam

Referensi:

1. Maqashid Syariah Islamiyah, Dr. Muhammad Sa’ad bin Ahmad bin Mas’ud Al- Yubi, cet. pertama, Arab Saudi (1998).

Oleh: Nadia Al Hanifiyah


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *