بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين، الصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Pada artikel sebelumnya telah membahas tentang pembagian hadits hasan menurut Ibnu Shalah dengan mengaitkannya dengan definisi Imam Khattabi dan juga Imam At-Tirmidzi dan juga definisi hadits hasan yang palling rajih. Pada kesempatan kali ini insya Allah akan membahas tentang pembagian Imam Baghawi terhadap hadits dalam Kitab Mashabih.

Kitab Mashabih merupakan karya Imam Al Baghawi. Nama lengkap beliau adalah Muhyisunnah Abu Muhammad Al-Husain bin Mas’ud bin Muhammad Al-Farro’ Al-Baghawi. Beliau lahir pada 516 H. Beliau dijuluki dengan Muhyisunnah karena beliau menghidupkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ.

Kitab Mashabih atau Mashabihu As-Sunnah merupakan salah satu kitab paling penting dalam rujukan hadits nabi ﷺ yang menghimpun di dalamnya hadits-hadits nabi ﷺ dari berbagai bab-bab dalam agama. Imam Al-Baghawi meriwayatkan hadits-hadits di dalamnya dengan sanad beliau sendiri, akan tetapi beliau menghapus sanadnya agar lebih ringkas. Beliau tidak mengeluarkan hadits kecuali hadits tersebut ada di dalam Kutubusittah dan juga dari kitab lainnya yang para ulama sepakat dalam menerima hadits-hadits tersebut.

Kitab Mashabih menjadi perhatian banyak ulama hadits dikarenakan manhaj beliau dalam menyusun kitab tersebut berbeda dengan ulama-ulama ahli hadits sebelumnya. Salah satu manhaj beliau dalam kitabnya terebut beliau memberikan istilah hadits-hadits yang dikeluarkan oleh Shahihain (Bukhari dan Muslim) atau salah satunya merupakan hadits shahih, adapun hadits-hadits yang dikeluarkan oleh Ashabu As-Sunan (Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah) itu beliau istilahkan dengan hadits hasan. Istilah yang dipakai Imam Baghawi ini tidak lazim di kalangan para ahli hadits. Mengapa demikian? Karena tidak semua hadits di dalam kitab-kitab tersebut hukumnya seragam. Dalam kitab-kitab sunan yang empat itu terdapat hadits shahih, hasan, dha’if dan munkar. Di dalam kitab sunan tersebut juga terdapat hadits yang dikeluarkan oleh Shahihain atau salah satunya. Oleh sebab itu ulama yang datang setelah Imam Al-Baghowi seperti Ibnu Shalah, An-Nawawi tidak sepakat dengan pembagian tersebut. Oleh karena itu, Syaikh Mahmud Thahhan berkata: “Jika ingin membaca buku ini semestinya para pembaca mengetahui istilah khusus yang dipakai Imam Baghawi dalam perkataan beliau dalam hadits dengan ‘sahih’ dan ‘hasan’.”

Contoh hadits sahih dalam istilah Imam Baghawi:

: قال الإمام البغوي: ‌مِنَ ‌الصِّحَاحِ

عن عبد اللَّه بن عمرو بن العاص قال، قال رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم: “‌كتبَ ‌اللَّه ‌مقاديرَ ‌الخلائقِ كلها قبلَ أنْ يخلُقَ السَّمواتِ والأرضَ بخمسينَ ألْفَ سَنَةٍ. قال: وكان عرشُهُ على الماءِ”

(Mashabih As-Sunnah, jilid 1, hal. 132)

Contoh hadits hasan dalam istilah Imam Baghawi:

: قال الإمام البغوي مِنَ ‌الحِسَان

عن ابن عباسِ رضي اللَّه عنهما: “أنَّ النبيَّ صلّى اللَّه عليه وسلم جاءَهُ رجل فقال: إنّي أُحَدِّثُ نفسي بالشيء، لأَنْ أكون حُمَمَةَّ أحبُّ إليَّ مِنْ أن أتكلمَ بِهِ. قال: الحمدُ للَّه الذي رَدَّ أمرَهُ إلى ‌الوسوسة”

(Mashabih As-Sunnah, jilid 1, hal. 130)

Demikian penjelasan mengenai pembagian Imam Baghawi terhadap hadits Al-Mashabih. InsyaAllah pada artikel selanjutnya akan membahas mengenai kitab-kitab yang di dalamnya memuat hadits hasan. Wallahu ‘Alam.

Sumber:

  1. Hadits Hasan, Untung Sugiarto, 2013, https://al-quranmulia.wordpress.com/2013/05/03/hadits-hasan/amp/
  2. Manhaj Imam Al-Baghowi didalam kitabnya Al-Mashobih dan Syarhu As-Sunnah, Ibnu Hilmy, 2014, http://ibnuhilmy.blogspot.com/2014/02/manhaj-imam-al-baghoei-didalam-kitabnya.html?m=1
  3. Mashabih As-Sunnah tahqiq Dr. Yusuf Abdurrahman Al-Mur’asyli, Muhyisunnah Abu Muhammad bin Al-Husain bin Mas’ud bin Muhammad  bin Al-Farra’ Al-Baghawi, Daar Al-Ma’rifah, Cetakan pertama, 1407 H.
  4. Taisir Mushthalahul Hadits, DR Mahmud ath-Thahhan, Maktabah al Ma’arif, Cetakan ke-sebelas, 1430 H.
  5. Tadrib Ar-Rawi jilid 1, Jalaluddin Asy-Syuyuthi, Daar Al-’Ashimah, Cetakan pertama, 1423 H.   
  6. At-Taqrib At-Taisir Li Ma’rifati Sunani Al-BasyirAn-Nazir Fii Ushuli Al-Hadits, Abu Zakaria Muhyiddin Yahya Ibn Syarof An-Nawawi, Dar Al-Kitab Al-‘Arabi, Cetakan pertama, 1405 H
  7. Ulumul Hadits, Al-‘Allaamah Ibnu As-Shalah, Muassasah Ar-Risalah, Cetakan pertama, 1437 H

Penulis: Shalsabila


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *