Di awal pembelajaran nahwu, kita hanya disuguhi satu makna untuk setiap huruf, contohnya من artinya “dari,” على artinya “di atas,” dan lain sebagainya. Padahal sebuah huruf jar memiliki makna lebih dari satu. Inilah mengapa terkadang kita tidak terlalu memahami suatu jumlah arabiyyah yang mengandung huruf jar, karena bisa jadi makna yang dimaksud oleh huruf tersebut bukanlah makna yang kita tahu selama ini. Oleh karena itu, artikel nahwu Fahimna kali ini akan membahas tentang fungsi dan makna-makna huruf tersebut.

Huruf من

1. Menyatakan “sebagian.”

Kita bisa mengetahui ini dengan cara menghapus huruf من tersebut dan menggantinya dengan kata بعض. Apabila maknanya cocok dan makna kata setelah huruf من tercakup dalam makna kata sebelumnya, maka arti من pada jumlah ini adalah “sebagian” atau “di antara.” Contohnya adalah firman Allah Ta’ala,

(وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ)

Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah.” (Q. S. Al-Ankabut: 10)

2. Menjelaskan jenis dan macam.

Huruf من yang menyatakan jenis seringkali terletak setelah ما dan مهما seperti pada firman Allah Ta’ala,

(مَّا يَفۡتَحِ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحۡمَةٖ فَلَا مُمۡسِكَ لَهَاۖ)

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya. (Q. S. Fatir: 2)

Tentu kita semua tahu bahwa jenis anugerah Allah kepada manusia sangat banyak. Maka pada ayat ini, huruf tersebut menjelaskan bahwa jenis anugerah yang dimaksud adalah rahmat, bukan yang lain.

Apakah huruf من yang menjelaskan jenis hanya bisa digunakan setelah ما dan مهما saja?

Tidak, karena nyatanya, terkadang huruf tersebut juga digunakan tanpa didahului ما maupun مهما. Contohnya pada firman Allah Ta’ala,

 (فَٱجۡتَنِبُواْ ٱلرِّجۡسَ مِنَ ٱلۡأَوۡثَٰنِ)

Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu. (Q. S. Al-Hajj: 30)

3. Menyatakan awal atau permulaan.

Makna ini sering digunakan pada keterangan tempat dan jarang digunakan pada keterangan waktu.

Contoh pada keterangan tempat adalah سرت من مكة إلى المدينة yang berarti “saya berjalan dari Mekah ke Madinah,” dan pada keterangan waktu adalah perkataan Anas radhiyallahu ‘anhu,

فمطرنا من الجمعة إلى الجمعة

“Maka kami diberi hujan mulai Jumat hingga Jumat berikutnya.”

4. Sebagai penegasan.

Huruf من berfungsi sebagai penegas bila ia merupakan zaidah [1] dengan memenuhi dua syarat berikut:

Pertama, ism majrur karena من merupakan ism nakirah.

Kedua, huruf من tersebut didahului oleh nafy, nahy, atau istifham. (kata tanya)

Berikut contohnya:

(Tidak seorang pun hadir)ما حضر من أحد

(Janganlah engkau memukul seorang siswa pun)لا تضرب من طالب

(?Apakah sudah ada yang hadir)هل حضر من أحد؟

5. Menyatakan makna badal. (“sebagai ganti”)

Contohnya adalah firman Allah Ta’ala,

( وَلَوۡ نَشَآءُ لَجَعَلۡنَا مِنكُم مَّلَٰٓئِكَةٗ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَخۡلُفُونَ )

Dan kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun-temurun.

Huruf حتى

1. حتى sebagai huruf yang mengubah i’rab ism mufrad sharih menjadi majrur.

Pada keadaan ini, حتى menjadi huruf yang menyatakan tujuan atau akhir, sehingga ia juga dikenal sebagai حتى الغائية. Contohnya adalah kalimat  أكلت السمكة حتى رأسِها yang artinya “saya makan ikan hingga kepalanya.”

2. حتى sebagai huruf yang mengubah i’rab (أن) المصدرية dan apa-apa yang masuk ke dalamnya.

Pada keadaan pertama, حتى hanya menyatakan tujuan. Namun, pada keadaan ini, حتى memiliki banyak fungsi dan makna: (1) menyatakan tujuan atau akhir, (2) menyatakan sebab, dan (3) menyatakan istitsna’ (pengecualian) bila حتى tersebut tidak menyatakan tujuan maupun sebab. Berikut contohnya:

  • Menyatakan tujuan: أتابع المحاضر حتى تنتهيَ محاضرته
  • Menyatakan sebab: هذب أولادك حتى تحسنَ أخلاقهم
  • Menyatakan pengecualian: لا ينتفع الطالب من مدرسه حتى يستمعَ إليه yang bermakna

لا ينتفع الطالب من مدرسه إلا أن يستمع إليه

Setelah membaca contoh di atas, mungkin teman-teman Fahimna bertanya-tanya, “di mana letak أن المصدرية dalam kalimat ini dan mengapa fi’il setelah حتى menjadi manshub? Jikalau fi’il tersebut tidak manshub, bukankah ia tidak bisa menjadi majrur sama sekali?”

Jawabannya, أن المصدرية sebenarnya tetaplah ada dan ia terletak tepat setelah حتى. Namun, ia mudmarah sehingga tidak terlihat. Itulah yang menyebabkan fi’il setelah حتى menjadi manshub. Jadi, kalimat yang berbunyi أتابع المحاضر حتى تنتهيَ محاضرته sebenarnya berbunyi أتابع المحاضر حتى أن تنتهيَ محاضرته. Dari penjabaran ini, jelaslah bahwa yang menyebabkan fi’il mudhari’ menjadi manshub bukanlah حتى, namun, (أن) المصدرية setelahnya. حتى tetaplah menjadi huruf jar yang mengubah i’rab al-mashdar al-muawwal (an(أن)  mashdariyyah+fi’il mudhari’) setelahnya menjadi fi mahalli jar.

Huruf إلى

Huruf ini tidak memiliki banyak makna atau fungsi sebagaimana huruf-huruf sebelumnya. Dan di antara fungsinya yang paling masyhur adalah menyatakan akhir atau tujuan pada kata tempat maupun waktu, seperti pada firman Allah Ta’ala berikut,

(سبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا)

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha.

(ثُمَّ أَتِمُّواْ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيۡلِۚ)

Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.

[1] Huruf jar zaidah adalah huruf jar yang berperan sebagai penegas dan tidak mengubah i’rab ma’mul-nya walau ia mengubah harakatnya.

[2] (أن) المصدرية yang sering disebut المصدر المؤول adalah أن yang dapat mengubah i’rab kata setelahnya menjadi manshub. Ia tersusun dari (أن) + فعل مضارع. Selengkapnya dapat dilihat pada video YouTube dengan tautan https://www.youtube.com/watch?v=OaSF3BhlTIY.

DAFTAR PUSTAKA

Dalil As-Salik ila Alfiyyah Ibn Malik jilid 2, Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, cet. Dar Al-Muslim.

إعراب المضارع المنصوب بعد حتى الجارة على رأي البصريين بطريقة تطبيقية رائعة – أنواع حتى https://www.youtube.com/watch?v=8g4C8K13K_s

شرح قطر الندى ( أن المصدرية) ١٣

Kategori: Nahwu

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *