(Faedah, Landasan Syari’at, dan Pembagiannya dari Segi Fungsi Kemaslahatannya)

بسم الله الرحمن الرحيم

A. Faedah-faedah Yang Bisa Diambil dari Mempelajari Maqashid Syari’ah

Setelah mengetahui pengertian dari maqashid syari’ah maka penting bagi kita untuk mengetahui faedah yang akan kita dapatkan dari mempelajarinya.

Dalam mempelajari sebuah ilmu sangat penting bagi kita untuk mengetahui faedah dan hikmah dari menuntut ilmu tersebut, faedah dan hikmah apakah yang akan kita dapatkan setelah mempelajari ilmu tersebut, sehingga kita harus mempelajarinya, agar menumbuhkan dan menguatkan motivasi kita untuk mempelajari ilmu tersebut.

Setiap ilmu pasti memiliki faedah dan hikmah didalamya, terlebih ilmu agama, tak terkecuali ilmu maqashid syari’ah. Dan di antara faedah yang bisa kita dapatkan dari mempelajari ilmu maqashid syari’ah adalah sebagai berikut:

1. Menambah keimanan dan ketakwaan serta ketenangan hati

Seorang muslim diperintahkan untuk mentaati apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, terlepas dari apakah dia mengetahui tujuan dan hikmah dibalik perintah tersebut. Berbeda ketika seorang hamba mengetahui hikmah dan tujuan di balik perintah Allah dan Rasul-Nya maka keimanan di dalam hatinya akan bertambah, dan akan semakin berpegang teguh terhadap agama dan ketakwaannya, karena dia mengetahui bahwa semua bentuk perintah dan larangan adalah untuk mendatangkan kemaslahtan bagi dirinya. Maka penting bagi kita untuk mempelajari ilmu maqashid syari’ah.

2. Mengetahui kebaikan-kebaikan syari’at islam dan keistimewaannya.

Islam adalah agama yang begitu indah dan sempurna, serta memiliki kebaikan dan keistimewaan yang sangat banyak jika dibandingkan dengan agama-agama lain yang ada di muka bumi ini. Mengetahui kebaikan-kebaikan dan keistimewaan islam inilah yang dapat memikat dan menarik hati manusia untuk semakin mempelajari islam, terlebih bagi mereka yang belum sampai kepada mereka hidayah untuk memeluk agama islam. Maka penting bagi kita untuk mengetahui maksud dan hikmah dari semua syari’at dan hukum-hukum Allah, yang di dalamnya banyak mengandung kebaikan-kebaikan sehingga hati kita semakin terpikat dengan indahnya agama ini, dan menyampaikannya kepada mereka yang belum bisa merasakan indahnya agama islam.

Itulah sedikit dari banyaknya faedah dan hikmah yang bisa kita dapatkan dari mengetahui maqashid syari’ah.

B. Landasan Maqashid Syari’ah

Segala yang Allah Ta’ala syari’atkan memiliki tujuan-tujuan tertentu yang mengandung hikmah yang sangat mendalam yang bertujuan untuk kemaslahatan manusia dan alam ini. Allah menyebutkan dalam salah satu ayat-Nya;

مَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا لَٰعِبِينَ﴾ (الأنبياء: 16))

Artinya:

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main” (Al-Anbiya’: 16).

Hal ini tentunya menguatkan tujuan dasar dari pengutusan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai nabi dan Rasul di muka bumi ini, membawa ajaran yang baik dan menyebarkan kebahagiaan kepada seluruh alam, Allah berfirman;

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ﴾ (الأنبياء:107))

Artinya:

“Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”.

Ayat-ayat ini mengandung makna bahwa di balik syari’at berupa perintah maupun larangan terdapat hikmah yang terkandung di dalamnya.

C. Pembagian Maqashid Syari’ah Dari Segi Fungsi Kemaslahtannya

1. Dharuriyat

Yaitu kemaslahatan-kemaslahatan yang terkandung dalam syari’at untuk menjaga lima tujuan dasar; yaitu, menjaga agama (hifdzu ad-din), menjaga jiwa (hifdzu an-nafs), menjaga akal (hifdzu al-aql), menjaga harta (hifdzu al-mal), menjaga keturunan (hifdzu an-nasl).

2. Hajiyat

Hajiyat adalah jenis kebutuhan untuk mempermudah dan mengangkat segala hal yang menyebabkan kesusahan. Hajiyat juga dapat diartikan sebagai kebutuhan sekunder, di mana seandainya kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, tidak sampai merusak kehidupan, namun keberadaannya sangat dibutuhkan untuk memberi kemudahan dalam kehidupan manusia.

3. Tahsiniyat

Tahsiniyat berarti kebutuhan yang bersifat tersier, adapun tujuan dari keberadaanya adalah untuk memeperindah kehidupan manusia di mana tanpa adanya hal tersebut tidak berarti merusak tatanan kehidupan manusia dan juga tidak akan menimbulkan kesulitan. Keberadaanya berguna untuk menata akhlaq dan pola interaksi manusia dalam muamalah dengan sesama.

Referensi :

1.Maqashid al-Syari’ah Wa ‘Alaqatuha Bi al Adillat al-Syar’iyyat, Muhammad Sa’ad bin Ahmad bin Mas’ud Al-Yubi,Saudi Arabia: Dar Ibnu Jauzi,hal:176,308.

2. Kementerian Agama RI,hlm:461

3. Konsep Maqashid Al- Syari’at dan Dharurat, UIN SUSKA Riau, hal:44,54,55.

4.Materi Mata Kuliah Maqoshid Syari’ah (STDI Imam Syafi’i), Arif Khusnul.Khuluq, pertemuan pertama.

Oleh: Nadia Al- Hanifiyah.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *