Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, serta memohon ampunan-Nya dari kekejian yang ada dalam diri kita dan keburukan perbuatan-perbuatan kita. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada utusan-Nya, junjungan kita nabi Muhammad, serta keluarga, para sahabat dan pengikutnya hingga hari akhir.

Diantara hikmah Allah adalah Dia menjadikan kehidupan setelah kematian. Sebuah fase peradilan dan pembalasan bagi makhluk-makhluk Nya terhadap apa-apa yang mereka perbuat selama hidup di dunia. Sebagaimana Allah jadikan kehidupan di dunia sebagai momen pemberian ujian (dengan perintah dan larangan-Nya) dan cobaan.

Apa Itu Hari Akhir?

Faktanya, dunia ini memang fana, tidak akan bertahan selamanya. Hari akhir seperti namanya, maksudnya adalah masa-masa terakhir dunia ini, sebelum kemudian binasa. Hari akhir adalah penghujung zaman yang terbatas, episode terakhir dari kisah singkat kehidupan dunia yang semu. Hari akhir dikenal juga dengan sebutan hari kiamat, hari perhitungan (hisab), hari penghabisan, dan sebagainya. Termasuk di dalamnya kehidupan setelah kematian dan tanda-tanda kiamat, karena keduanya sama-sama menandakan akhir dari kehidupan dunia. Orang-orang akan dibagi setelah perhitungan amal (hisab) dan pembalasan. Sesuai golongan yang mereka dapatkan, mereka akan dikumpulkan ke tempat tinggal terakhir mereka. Baik ke Surga bagi golongan yang selamat atau Neraka bagi golongan yang tidak selamat.

Karena inilah iman disebut sebagai kunci kebahagiaan dan keselamatan di dua kehidupan (dunia dan akhirat), keselamatan mereka bergantung pada amalan batin ini. “Penghuni surga telah masuk ke surga dan Penghuni neraka telah masuk neraka. Lalu Allah Ta’ala berfirman: “Keluarkan dari neraka siapa yang didalam hatinya ada iman sebesar biji sawi”. Maka mereka keluar dari neraka dalam kondisi yang telah menghitam gosong kemudian dimasukkan kedalam sungai hidup atau kehidupan. Lalu mereka tumbuh bersemi seperti tumbuhnya benih di tepi aliran sungai.” (HR. Bukhari)

Diantara Pembahasan Hari Akhir

  1. Tanda-Tanda Hari Kiamat

Mencakup peristiwa-peristiwa yang menandakan dekatnya hari kiamat. Dibagi menjadi tiga:

  • Tanda-Tanda Kecil. Yang mana kemunculannya berjarak paling jauh dari hari kiamat jika dibandingkan tanda-tanda lainnya. Tanda-tanda ini sudah nampak dan terjadi semuanya. Diantaranya adalah pengutusan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti yang dijelaskan dalam hadis Anas ‘alaihissalam: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Aku diutus dan jarakku dengan datangnya hari kiamat seperti ini,” beliau memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.” Dan terbelahnya bulan, sebagaimana dalam firman Allah: “Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah.” (QS. Al-Qamar: 1)
  • Tanda-Tanda Sedang. Rentang waktu antara kemunculannya dan hari kiamat berjarak sedang. Tanda-tanda ini sudah mulai nampak, bahkan bertambah banyak seiring zaman. Dijelaskan dalam hadis Jibril yang masyhur:“Jibril bertanya, “Kabarkan kepadaku tentang hari Kiamat!” Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam menjawab, “Tidaklah yang ditanya lebih tahu daripada yang bertanya.” Dia berkata lagi, “Kabarkan kepadaku tentang tanda-tandanya.” Beliau menjawab, “Jika seorang budak wanita melahirkan majikannya, dan jika Anda melihat orang yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin, dan penggembala kambing saling bermegah-megahan meninggikan bangunan.” (HR. Muslim)
  • Tanda-Tanda Besar. Yang jika dibandingkan tanda-tanda lainnya, jarak waktunya paling dekat dengan hari kiamat. Kemunculannya diikuti dengan kedatangan hari kiamat itu sendiri. Dijelaskan dalam hadis Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Ia bertanya, ‘Apa yang kalian bicarakan?’ Kami menjawab, ‘Kami membicarakan kiamat.’ Ia bersabda, ‘Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.’ Rasulullah menyebutkan kabut, Dajjal, binatang (ad-dābbah), terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga gerhana; gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka,” 
  1. Alam Barzakh/Alam Kubur
  2. Pembangkitan Jiwa-Jiwa Yang Telah Mati

Dua poin berikutnya akan dibahas di artikel selanjutnya, Insya Allah. Wa billahit taufiq wal hidayah, wallahu a’lam.

REFERENSI:

  1. Al-Qur’an Al-Karim
  2. Al-Iman Bima Ba’da Al-Maut, Ahmad bin Muhammad bin Ash-Shadiq An-Najjar
  3. Ushul Al-Iman fi Dhau’il Kitab wa As-Sunnah
Kategori: Tauhid

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *