Urusan warisan merupakan hal yang sengit di antara manusia. Sebagai seorang muslim yang baik sudah semestinya memahami pembagian harta waris sesuai syariat agar harta tersalurkan sesuai haknya dan seadil-adilnya sehingga tidak terjadi kezaliman di muka bumi. Berikut adalah orang-orang yang termasuk ahli waris dari jalur mayyit:

Ahli Waris Laki-laki

Ada lima belas ahli waris laki-laki:

  1. Anak laki-laki
  2. Cucu laki-laki dari anak laki-laki
  3. Bapak
  4. Kakek dari bapak (dan terus ke atas melalui jalur laki-laki)
  5. Saudara kandung laki-laki
  6. Saudara laki-laki sebapak
  7. Saudara laki-laki seibu
  8. Ponakan laki-laki dari saudara kandung laki-laki (dan terus ke bawah)
  9. Ponakan laki-laki dari saudara laki-laki sebapak (dan terus ke bawah)
  10. Paman kandung (dan terus ke atas)
  11. Paman seayah (dan terus ke atas)
  12. Anak laki-laki paman kandung (dan terus ke bawah)
  13. Anak laki-laki paman seayah (dan terus ke bawah)
  14. Suami
  15. Laki-laki yang membebaskan budak

Apabila berkumpul seluruh ahli waris laki-laki dan tidak ada ahli waris perempuan maka yang berhak mendapatkan warisan hanya tiga orang, yaitu: anak laki-laki, bapak, dan suami. Maka dalam keadaan ini sudah pasti yang meninggal adalah perempuan.

Ahli Waris Perempuan

Ada sepuluh ahli waris perempuan:

  1. Anak perempuan
  2. Cucu perempuan dari anak laki-laki (dan terus ke bawah)
  3. Ibu
  4. Nenek dari ibu (dan terus ke atas melalui jalur perempuan)
  5. Nenek dari bapak (dan terus ke atas melalui jalur laki-laki atau perempuan)
  6. Saudara kandung perempuan
  7. Saudara perempuan seayah
  8. Saudara perempuan seibu
  9. Istri
  10. Perempuan yang membebaskan budak

Apabila berkumpul seluruh ahli waris perempuan dan tidak ada ahli waris laki-laki maka yang berhak mendapatkan warisan hanya lima orang, yaitu: anak perempuan, cucu perempuan dari anak laki-laki, ibu, saudara kandung perempuan dan istri. Maka dalam keadaan ini sudah pasti yang meninggal adalah laki-laki.

Namun jika didapati seluruh ahli waris laki-laki dan perempuan berkumpul maka yang berhak mendapatkan warisan hanya lima orang, yaitu: bapak, ibu, anak laki-laki, anak perempuan, suami atau istri.

Jika dalam keadaan sebaliknya, yaitu hanya ada satu ahli waris laki-laki maka ia berhak mendapatkan seluruh harta kecuali suami, ia tidak boleh mengambil lebih dari kadar yang telah ditetapkan syariat untuknya. Pun jika tidak ada ahli waris kecuali satu orang perempuan maka ia berhak mendapatkan seluruh harta kecuali istri, ia tidak boleh mengambil lebih dari kadar yang telah ditetapkan syariat untuknya. Adapun kadar masing-masing ahli waris akan diulas pada artikel berikutnya insya Allah.

Oleh: Avivi Kayla

Referensi:

Kitab Al-Faraidh, Abdush Shamad bin Muhammad Al-Katib, cet. Universitas Islam Madinah, Madinah.

Kategori: Ilmu waris

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *