Bismillahirrahmanirrahim, melanjutkan pembahasan pada artikel sebelumnya seputar ashabul furudh (ahli waris yang mendapatkan warisan sesuai kadar yang telah ditentukan). Sebagaimana sebelumnya telah dijelaskan siapa saja ahli waris yang mendapatkan 1/2, 2/3, 1/4, dan 1/8 harta warisan beserta syarat-syaratnya, pada artikel kali ini mari kita sempurnakan pembahasan ashabul furudh 1/3 dan 1/6.

Ahli Waris yang Mendapatkan 1/3 Harta Warisan

  1. Ibu dengan syarat;
    • tidak ada anak atau cucu (furu’) baik laki-laki maupun perempuan
    • tidak berkumpul saudara-saudara  (2 atau lebih, baik saudara perempuan, laki-laki, kandung, seayah atau seibu)
    • keadaan ibu tidak tergolong gharawan[1]
  2. Saudara atau saudari seibu dengan syarat;
    • tidak ada anak atau cucu (furu’) baik laki-laki maupun perempuan
    • tidak ada ayah dan kakek
    • berkumpul dua saudara atau lebih

Ahli Waris yang Mendapatkan 1/6 Harta Warisan

  1. Ayah dengan syarat;
    • ada anak atau cucu (furu’) baik laki-laki maupun perempuan
  2. Kakek dengan syarat;
    • ada anak atau cucu (furu’) baik laki-laki maupun perempuan
    • tidak ada ayah
  3. Ibu dengan syarat;
    • ada anak atau cucu (furu’) baik laki-laki maupun perempuan atau berkumpul saudara-saudara (2 atau lebih baik saudara perempuan, laki-laki, kandung, seayah atau seibu)
  4. Nenek dengan syarat;
    • tidak ada ibu atau nenek yang lebih dekat kekerabatannya ke mayyit
  5. Cucu perempuan dari anak laki-laki dengan syarat;
    • ada 1 anak perempuan yang mewarisi 1/2 harta warisan
    • tidak ada cucu laki-laki
    • tidak ada anak laki-laki (dari mayyit)
  6. Saudara perempuan seayah dengan syarat;
    • ada 1 saudara perempuan kandung yang mewarisi 1/2 harta warisan
    • tidak ada saudara laki-laki seayah
  7. Satu saudara seibu perempuan/laki-laki dengan syarat;
    • tidak ada anak atau cucu (furu’) baik laki-laki maupun perempuan
    • tidak ada ayah dan kakek
    • dia tunggal

Semua ashabul furudh yang memiliki syarat harus berkumpul dua orang atau lebih maka harta warisan dibagi rata bersama. Adapun para ahli waris yang tidak mendapatkan kadar tertentu maka mereka tergolong ‘ashabah dan akan dibahas pada artikel berikutnya insya Allah.

Oleh: Avivi Kayla

Referensi:

Hukum Waris Islam, Aulia Muthiah dan Novy Sri Pratiwi Hardani, Pustaka Yustisia, Yogyakarta.

Kitab Al-Faraidh, Abdush Shamad bin Muhammad Al-Katib, cet. Universitas Islam Madinah, Madinah.


[1] Keadaan di mana ahli waris yang tersisa hanyalah suami atau istri, ayah dan ibu.

Kategori: Ilmu waris

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *